Birokrasi merupakan suatu istilah yang tak asing ditelinga kita. Kita sering mengartikan birokrasi sebagai suatu sistem dimana individu-individu didalamnya bekerja untuk pemerintah atau idealnya adalah untuk masyarakat. Birokrasi yang ideal menurut Max Weber memiliki kriteria sebagai berikut: bersifat a-politis, profesional, dan melayani masyarakat sesuai prosedur. Tapi tampaknya sifat-sifat birokrasi ideal tersebut adalah hal yang utopis, khususnya di negara-negara dunia ketiga pada tahun 1950-1998. Pada masa itu, birokrasi merupakan alat kekuasaan pemerintah yang otoriter untuk menjalankan program-programnya terkait “pembangunan ekonomi”, “modernisasi”, dan “industrialisasi”. Birokrasi dibentuk atas dasar kuantitas bukan kualitas setiap individunya, sehingga birokrasi yang bertugas pada negara-negara dunia ketiga pada masa itu tidak memenuhi standar, bobrok, dan birokrasi ideal menurut Weber merupakan konsep yang utopis.

 

Read more: Pemanfaatan LAPOR! sebagai Inisiasi Reformasi Birokrasi di Indonesia

Detik.com - Situs pengaduan program pemerintah Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR)! via situs lapor.go.id kini bisa dipantau secara terbuka. Berkolaborasi dengan Gerakan One Data, kini data aspirasi dan pengaduan masyarakat disajikan dalam format terbuka melalui Portal Satu Data yang bisa diakses di data.go.id. 

Read more: Aduan Program Pemerintah di lapor.go.id Kini Bisa Dipantau di data.go.id

Singapore, GIVNews – In his inaugural speech as Indonesia’s seventh president, Joko Widodo called for all Indonesians to unite their hearts and join our hands to create a great Indonesia. There was nothing exceptional from his call. Jokowi’s previous predecessors have also invited the people to work together in building the country. Yet, the reality is the ‘partnership’ between Indonesian government and the people has always been tricky, to say the least.

The new government, however, seems to put in more efforts to ensure people’s participation in the government. By harnessing the power of technology, here are the different ways the government mobilizes people’s power.

Read more: Indonesian Government Mobilizes People’s Power through Crowdsourcing

The Guardian - In 2010 Shubham Khandelwal in Chennai was trying to get himself and his father a new set of ID cards from the local government agency. Standing between him and his identification, however, was a corrupt official demanding a bribe of 2,000 rupees (£20). Shubham refused for three days but finally gave in. This type of everyday corruption is common across India: from a man and wife reporting that they were forced to bribe officials 3,000 rupees to get their marriage finalised last month in Bangalore, to a student in Chennai this month being asked to pay 75,000 rupees to be admitted into an engineering college.

Read more: Crowdsourcing anti-corruption: 'Like Yelp, but for bad governments'

Selasa, 16 Juni 2015 - Pengelola LAPOR! menerima kunjungan dari Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (BPM FEB UI). Dalam kesempatan ini, Pengelola LAPOR! yang diwakili oleh M. M. Gibran Sesunan dan Farraz Theda memperkenalkan program LAPOR! kepada teman-teman mahasiswa yang hadir.

 

Ketua BPM FEB UI, Rifky Alfian Maulana juga memperkenalkan aplikasi SiTAPO (Sistem Terpadu Aspirasi dan Pengaduan Online) yang dibangun oleh BPM FEB UI untuk menampung aspirasi dan pengaduan mahasiswa FEB UI terkait fasilitas umum dan pelayanan akademik. Menurut Rifky, SiTAPO dilatarbelakangi keinginan BPM untuk memfasilitasi suara mahasiwa, dan terinspirasi oleh pemanfaatan LAPOR! di tingkat nasional yang dikembangkan Kantor Staf Presiden. Melalui kunjungan ini, BPM FEB UI berharap dapat mempelajari mekanisme kerja LAPOR! secara rinci agar dapat dijadikan acuan untuk pengembangan SiTAPO.

 

 

Inisiatif mahasiswa FEB UI tersebut diapresiasi oleh Gibran Sesunan. Dalam diskusi, ia memberikan sejumlah catatan dan masukan untuk pengelolaan SiTAPO. “Tentunya sangat terbuka potensi integrasi LAPOR! dengan SiTAPO, agar aspirasi dan pengaduan terkait Pemerintah juga dapat langsung disalurkan,” ujar Gibran.

Mahasiswa FEB UI antusias menyampaikan pertanyaan dan masukan untuk LAPOR!, antara lain mengenai sosialisasi ke masyarakat dan pemanfaatan di universitas. Pertemuan ini diharapkan menjadi awalan kerjasama strategis selanjutnya antara LAPOR! dan BPM FEB UI.

Go to top