Nasional - Rekan-rekan LAPOR! dalam menyampaikan laporan agar dapat diverifikasi lebih cepat, mari ikuti cara melapor yang baik melalui kanal-kanal yang terintegrasi dengan LAPOR! serta dengan memberikan isi laporan yang jelas agar dapat ditindaklanjuti. Lebih lanjut cara-cara melapor yang baik yaitu:

Pertama, sampaikan laporan/aspirasi/aduan rekan-rekan melalui kanal-kanal yang telah terintegrasi dengan sistem LAPOR! Dengan demikian apabila rekan-rekan melapor melalui kanal-kanal tersebut, laporan dapat diverifikasi oleh admin lebih cepat. Kanal-kanal laporan yaitu situs www.lapor.go.id, sms ke 1708, mobile apps LAPOR! serta Twitter @LAPOR1708. Secara khusus untuk melapor via Twitter sertakan tagar #LAPOR.

Kedua, dalam menyampaikan laporan sampaikan pokok permasalahan secara jelas, lengkap dan kronologis. Jika laporan berbentuk pengaduan, sertakan juga waktu dan tempat kejadian. Selain itu gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar laporan dapat dipahami secara jelas oleh pihak-pihak terkait. Jika rekan-rekan memiliki bukti pendukung atas laporan rekan-rekan, bukti pendukung dapat dilampirkan baik berbentuk dokumen/foto.

Berikut contoh laporan yang baik:

 

 

 

Tujuannya laporan rekan-rekan dapat dengan mudah diverifikasi sesuai dengan durasi verifikasi yaitu 3 hari kerja dan dapat mudah untuk diberikan tindak lanjut pertama oleh Kementrian/Lembaga/Instansi terkait yaitu 10 hari kerja. Rekan-rekan juga telah menyampaikan laporan secara bijak dalam penggunaan kanal LAPOR!

 

 

 

LAPOR!

 

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. 

 

#AyoLAPOR! untuk mengawasi program pemerintah melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708

 

blog.lapor.go.id

 

Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708

 

Facebook: Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

 

 

 

Nasional - Pada tanggal 6 Januari 2016, LAPOR! berkesempatan berbincang langsung dengan salah satu Pelapor melalui program #Rabu Berbincang (RANCANG) di kanal twitter LAPOR!

Joshua merupakan mahasiswa jurusan Sastra Inggris di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Ia menceritakan pengalamannya melapor melalui sistem LAPOR! pada November 2015, ia merasakan langsung kisah sukses atas tindak lanjut laporannya. Saat itu Joshua melaporkan masalah pelayanan pembuatan KTP elektronik di DKI Jakarta melalui website LAPOR! pada tanggal 16 November 2015. Joshua telah melakukan data recording untuk E-KTP pada Juli 2014, akan tetapi E-KTP tersebut tidak kunjung cetak. Proses pengajuan pembuatan E-KTP diawali dengan meminta langsung tanda tangan formulir permintaan cetak E-KTP dan Joshua sudah melakukan hal tersebut. Di Jakarta perekaman dan distribusi E-KTP dilakukan di kantor lurah atas pengawasan Sudin Dukcapil Setempat. Setahun tidak kunjung jadi, pada Juli 2015 Joshua mengajukan formulir permohonan pencetakan, seharusnya pada September 2015 E-KTP yang seharusnya sudah bisa diambil tidak kunjung jadi bahkan Joshua harus mengulang formulir permohonan cetaknya.

Joshua bersikukuh untuk mencetak E-KTPnya dikarenakan adanya Ingub DKI no 191/2015 bahwa mulai 1 Januari 2016 pelayanan publik di Jakarta wajib menggunakan/rekam E-KTP.

Akhirnya Joshua memutuskan melapor melalui kanal LAPOR! pada akun LAPOR! di website. Selang 2 hari kerja Laporan Joshua telah mendapat respon, diverifikasi, dan didisposisikan ke Dinas Dukcapil DKI Jakarta. Tidak sampai satu bulan, E-KTP Joshua dapat diterima tanpa dipungut biaya!

Lengkapnya Kisah Sukses Pelaporan Joshua dapat diakses melalui tautan berikut ini: https://www.lapor.go.id/id/1392886

Jadi rekan-rekan jangan lupa untuk melapor melalui kanal LAPOR! apabila mendapati permasalahan pelayanan publik atau permasalahan pembangunan di Indonesia.

 

 

 

 

LAPOR!

 

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. 

 

#AyoLAPOR! untuk mengawasi program pemerintah melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708

 

blog.lapor.go.id

 

Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708

 

Facebook: Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

 

Nasional - Deforestasi di Indonesia masih merupakan masalah krusial. Tahun lalu, penelitian yang dirilis oleh Nature Climate Change menyebutkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan angka deforestasi tertinggi di dunia, mengalahkan Brazil.
Tahun 2011, Indonesia pertama kali mengeluarkan Moratorium Hutan melalui (Inpres) Instruksi Presiden No. 10/2011 tentang penundaan penerbitan izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut. Inpres tersebut terus diperbahurui dan diberlakukan hingga saat ini.

Tidak hanya melalui Inpres, pemerintah juga terus melakukan upaya penghijauan kembali hutan Indonesia. Diantaranya melalui Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Indonesia. Namun demikian, penghijauan kembali bukanlah sebuah langkah yang dapat dilakukan dalam satu atau dua bulan. Diperlukan waktu bertahun-tahun dan pemeliharaan yang baik agar pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Disisi lain, penghijauan kembali atau reboisasi tidak dapat berhasil apabila penebangan liar masih dilakukan.

Pentingnya menjaga dan melestarikan flora bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, namun juga seluruh lapisan masyarakat. Dampak dari pengrusakan hutan juga tidak hanya dirasakan oleh sebagian orang di wilayah tertentu, tetapi juga seluruh penghuni bumi. Bumi dan segala isinya adalah sebuah ekosistem yang berkaitan satu sama lain. Apabila satu bagian dari ekosistm terganggu, maka begitu pula dengan bagian lainnya.

Nah, memperingati hari Sejuta Pohon Sedunia, LAPOR! mengajak masyarakat Indonesia untuk melaporkan apabila melihat tindakan atau kebijakan yang merusak dan membahayakan lingkungan. Masyarakat dapat menyampaikan laporannya melalui www.lapor.go.id atau SMS ke 1708.

Dengan adanya partisipasi masyarakat, pemerintah akan mengetahui secara menyeluruh tindakan-tindakan pengrusakan lingkungan yan terjadi di masyarakat sehingga berbagai bencana lingkungan dapat dicegah.
Bahu-membahu, bergandeng tangan, mari kita lestarikan lingkungan untuk keselamatan bumi.


Selamat Hari Sejuta Pohon Sedunia. Lindungi Pohon, Selamatkan Dunia!

 

 

 

 

LAPOR!

 

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. 

 

#AyoLAPOR! untuk mengawasi program pemerintah melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708

 

blog.lapor.go.id

 

Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708

 

Facebook: Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

 

Nasional - Sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) LAPOR! terus berupaya menghubungkan seluruh instansi pemerintah dalam satu sistem yang terpadu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik jo. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, LAPOR! diimplementasikan secara nasional dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pengawasan pelayanan publik.

Tercatat hingga akhir tahun 2015, LAPOR! telah terhubung dengan 10 Pemerintah Provinsi dan 5 Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia. Informasi keterhubungan dengan Pemda selengkapnya dapat dilihat dalam gambar ini.

      

Dengan keterhubungan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah menyalurkan aspirasi dan pengaduannya untuk pemerintah. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden Jokowi agar suara rakyat lebih didengar, dan masyarakat dilibatkan dalam jalannya pemerintahan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk me-LAPOR!-kan setiap permasalahan pembangunan dan pelayanan publik di Indonesia.

LAPOR!

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. 

#AyoLAPOR! untuk mengawasi program pemerintah melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708

blog.lapor.go.id

Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708

Facebook: Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat


UUD 1945 Pasal 29 Ayat (2) berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya”. Artinya, setiap warga negara Indonesia memiliki hak konstitusional untuk memeluk agama dan kepercayaan yang diyakini oleh tiap-tiap individu.

Bertepatan dengan Hari Raya Natal 25 Desember 2015, Pengelola LAPOR! mengucapkan selamat merayakan bagi seluruh umat Kristiani di Indonesia. Mari wujudkan toleransi dan persaudaraan untuk Indonesia yang lebih baik.

#AyoLAPOR! untukmengawasi program pemerintahmelaluiwww.lapor.go.id atau SMS ke 1708
blog.lapor.go.id
Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708
Facebook: LayananAspirasidanPengaduan Online Rakyat

 

Go to top