Nasional - Pada tanggal 6 Januari 2016, LAPOR! berkesempatan berbincang langsung dengan salah satu Pelapor melalui program #Rabu Berbincang (RANCANG) di kanal twitter LAPOR!

Joshua merupakan mahasiswa jurusan Sastra Inggris di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Ia menceritakan pengalamannya melapor melalui sistem LAPOR! pada November 2015, ia merasakan langsung kisah sukses atas tindak lanjut laporannya. Saat itu Joshua melaporkan masalah pelayanan pembuatan KTP elektronik di DKI Jakarta melalui website LAPOR! pada tanggal 16 November 2015. Joshua telah melakukan data recording untuk E-KTP pada Juli 2014, akan tetapi E-KTP tersebut tidak kunjung cetak. Proses pengajuan pembuatan E-KTP diawali dengan meminta langsung tanda tangan formulir permintaan cetak E-KTP dan Joshua sudah melakukan hal tersebut. Di Jakarta perekaman dan distribusi E-KTP dilakukan di kantor lurah atas pengawasan Sudin Dukcapil Setempat. Setahun tidak kunjung jadi, pada Juli 2015 Joshua mengajukan formulir permohonan pencetakan, seharusnya pada September 2015 E-KTP yang seharusnya sudah bisa diambil tidak kunjung jadi bahkan Joshua harus mengulang formulir permohonan cetaknya.

Joshua bersikukuh untuk mencetak E-KTPnya dikarenakan adanya Ingub DKI no 191/2015 bahwa mulai 1 Januari 2016 pelayanan publik di Jakarta wajib menggunakan/rekam E-KTP.

Akhirnya Joshua memutuskan melapor melalui kanal LAPOR! pada akun LAPOR! di website. Selang 2 hari kerja Laporan Joshua telah mendapat respon, diverifikasi, dan didisposisikan ke Dinas Dukcapil DKI Jakarta. Tidak sampai satu bulan, E-KTP Joshua dapat diterima tanpa dipungut biaya!

Lengkapnya Kisah Sukses Pelaporan Joshua dapat diakses melalui tautan berikut ini: https://www.lapor.go.id/id/1392886

Jadi rekan-rekan jangan lupa untuk melapor melalui kanal LAPOR! apabila mendapati permasalahan pelayanan publik atau permasalahan pembangunan di Indonesia.

 

 

 

 

LAPOR!

 

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. 

 

#AyoLAPOR! untuk mengawasi program pemerintah melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708

 

blog.lapor.go.id

 

Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708

 

Facebook: Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

 

Minimnya lahan parkir yang disediakan pengelola gedung di Jakarta berimbas pada tumbuhnya praktik parkir liar yang menganggu kenyamanan dan kelancaran lalu lintas, seperti terjadi di kolong jembatan layang Roxy - Jakarta. Warga kemudian melaporkan hal tersebut melalui LAPOR! dan laporan segera ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta.

 

Hanya berselang dua hari, Dishub pun menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penggembokan, penilangan, dan pencabutan pentil ban kendaraan. Dengan begitu, diharapkan akan memberikan efek jera bagi pelaku yang parkir sembarangan.

 

Simak kisah sukses selengkapnya di:

https://www.lapor.go.id/id/1104282

 

 

 

Pelapor dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan melaporkan masalah berkas sertipikat tanahnya yang tak kunjung selesai padahal sudah diurus lebih dari tujuh bulan. Hal ini diteruskan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk ditindaklanjuti.

 

Setelah ditelusuri, pelapor akhirnya diminta mengambil sertipikat tanahnya di Kantor Pertanahan Banjarmasin keesokan hari setelah melapor. Pelapor menyarankan BPN untuk lebih intensif mengawasi agar ketidaksesuaian standar pengurusan berkas seperti ini tidak terus-menerus terulang.

 

 

Simak kisah sukses selengkapnya di:

 

https://www.lapor.go.id/id/1211264

 

 

 

Sampah berserakan dapat menimbulkan penyakit dan menebarkan bau tak sedap. Tak hanya itu, sampah juga menjadi salah satu faktor penyebab banjir di ibukota.

 

Pelapor di Pasar Rebo - Jakarta Timur mengeluhkan tindakan sebagian warga yang tak memedulikan lingkungan dan seringkali membuang sampah sembarangan di lahan kosong. Laporan ini segera diteruskan ke Kantor Walikota Jakarta Timur untuk segera ditindaklanjuti.

 

Ternyata, pada hari itu juga perwakilan Kelurahan Cijantung turun ke lapangan untuk memasang spanduk imbauan agar tidak membuang sampah sembarangan sekaligus juga melaksanakan aksi bersih-bersih secara gotong-royong dengan warga setempat.

 

 

 

 

 

Simak kisah sukses selengkapnya di:

https://www.lapor.go.id/id/1193667

 

 

 

 

Pasokan air bersih di daerah Cicaheum Kota Bandung terhambat. Sudah sebulan warga tidak mendapatkan haknya untuk memperoleh air bersih. Laporan ini masuk melalui LAPOR! dan kemudian diteruskan ke PDAM Tirtawening Kota Bandung.

 

PDAM segera menurunkan petugas untuk mengecek ke lokasi dan masalah berhasil teridentifikasi. Penyebabnya adalah adanya kerusakan jaringan pipa distribusi ke wilayah tersebut. Pipa diperbaiki, akhirnya air mengalir kembali.

 

 

 

Simak kisah sukses selengkapnya di:

 

https://www.lapor.go.id/id/1134752

 

 

 

 

Go to top