Rabu, 15 Juli 2015 – Nabiyla Risfa Izzati, mahasiswa hukum di Leiden University asal Indonesia yang juga penerima Beasiswa LPDP, terpilih sebagai salah satu penyaji dalam 17th International Conference on Law, Policing, and Justice yang diselenggarakan World Academy of Science, Engineering, and Technology di London – Inggris. Dalam makalahnya yang berjudul “Increasing The Role of Civil Society through LAPOR!: National Complaint Handling System in Indonesia”, Nabiyla mengkaji Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) dalam kaitannya dengan partisipasi publik di Indonesia.

Dikutip dari makalahnya, Global Policy Forum menyebutkan bahwa terdapat lima alasan bagi masyarakat sipil untuk terlibat dalam pemerintahan di era kontemporer, yaitu: (1) untuk merundingkan dan melegitimasi kebijakan; (2) untuk memperluas perspektif dalam perumusan keijakan; (3) untuk mendukung pemerintahan; (4) mendorong kemauan politik melalui keterlibatan; dan (5) membantu negara dalam konteks nasionalisme. Tren global inilah yang juga sedang terjadi di Indonesia, antara lain melalui kehadiran LAPOR! sebagai kanal pengaduan nasional yang interaktif dan terintegrasi.

Kesederhanaan dan keterbukaan proses dalam pelaporan publik diharapkan dapat mengatalisasi partisipasi dalam pengawasan pembangunan dan pelayanan publik. LAPOR! diharapkan dapat mengeksplorasi pemanfaatan, khususnya dalam menjaring pengguna dan mempercepat laju tindak lanjut agar dapat lebih efektif dan optimal sehingga kepercayana publik akan terus meningkat dan tata kelola pemerintahan yang baik dapat terwujud.

Makalah selengkapnya dapat diakses di: http://blog.lapor.go.id/index.php/publikasi