Kemudahan menjadi salah satu faktor penting bagi masyarakat pada saat memilih suatu kanal pelaporan. Masyarakat tidak perlu datang langsung untuk melaporkan isu tertentu sehingga dapat memangkas birokrasi. Sebagai kanal pelaporan yang dimiliki oleh pemerintah, masyarakat juga memiliki harapan besar terhadap SP4N-LAPOR! sebagai kanal pelaporan yang bisa merespon dan menindaklanjuti laporan mereka kepada Kementrian/ Lembaga /dinas terkait dengan cepat. Walaupun dinilai masih perlu perlu terus melakukan peningkatan, 72% pengguna puas terhadap SP4N-LAPOR!. Demikian salah satu temuan utama hasil survei kepuasan terhadap SP4N-LAPOR!  yang dilaksanakan oleh Polling Center.

Temuan Survei :

Hasil Survei dikelompokkan dalam 2 temuan utama, yakni pertama tingkat kepuasan pengguna terhadap SP4N-LAPOR!. Kedua, pengaruh perubahan operasional SP4N LAPOR! terhadap kepuasan pengguna dan administrator.

Kepuasan terhadap SP4N-LAPOR!

90 persen pengguna menyatakan SP4N-LAPOR! adalah kanal pelaporan yang sudah baik (memudahkan pelaporan,  akan digunakan lagi, dan akan direkomendasikan kepada orang lain). Berdasarkan aspek AKSES, RESPON dan TRANSPARANSI, sebanyak 72% pengguna memiliki persepsi positif terhadap SP4N-LAPOR!, yaitu dengan menyatakan kepuasannya terhadap sistem LAPOR! (17 persen sangat puas, 55 persen puas). Aspek yang paling banyak mendapatkan apresiasi adalah aspek akses, yaitu kemudahan menggunakan media pelaporan (total 86 persen pengguna menyatakan kepuasannya, terdiri dari 21persen sangat puas, 65 persen puas). Sebaliknya, aspek yang paling sedikit mendapatkan apresiasi positif adalah aspek respon, yaitu lamanya proses penyelesaian dan tanggapan diberikan (total 55 persen pengguna menyatakan kepuasannya). Awareness pengguna terhadap proses pelaporan (termasuk lamanya proses yang dibutuhkan) masih perlu ditingkatkan untuk me manage harapan pengguna, dan pada akhirnya kepuasan pengguna, terhadap aspek respon.  Aspek transparansi, yaitu transparansi selama proses pengaduan dan transparansi hasil/solusi pengaduan, mendapatkan kepuasan dari 62 persen pengguna.

Pengaruh perubahan operasional SP4N-LAPOR!  terhadap kepuasan pemangku kepentingannya

Sejak tahun 2017, otoritas untuk manajemen SP4N-LAPOR!  telah ditransfer dari KSP ke KemenPAN-RB. 

Berdasarkan persepsi pengguna

Kurang dari setengah pengguna menilai ada peningkatan pada sistem SP4N-LAPOR!.  Aspek yang dianggap paling progresif adalah kemudahan dalam penyampaian. Sebaliknya proses penyelesaian dianggap menjadi aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Berdasarkan persepsi administrator

Minimal 70 persen admin menyatakan puas terhadap SP4N-LAPOR!. indikator yang mendapatkan kepuasan paling tinggi adalah aspek terkait tampilan dashboard (95%). Sebaliknya, indikator yang mendapatkan kepuasan paling rendah adalah koordinasi antara admin nasional dan admin daerah (73%). Membandingkan dengan sebelum tahun 2017, sebanyak minimal 44 persen admin menilai ada peningkatan pada setiap indikator SP4N-LAPOR!. Aspek yang dianggap paling progresif adalah tampilan dashboard. Sedangkan indikator koordinasi antara admin nasional dan admin daerah dinilai tidak mengalami perubahan.

Metodologi survei  

Survei ini dilakukan terhadap pengguna SP4N-LAPOR! yang melakukan pelaporan pada Januari 2018 s/d Februari 2019 dan administrator yang bertugas sejak tahun 2016 sampai saat ini. Total responden adalah 1085 pengguna dan 131 admin. Survei ini adalah survei kuantitatif yang dilakukan dengan metode survei telepon. Responden mewakili region Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua Maluku dan Nasional. 

 

Selamat memperingati hari pahlawan #SahabatLAPOR!. Tahun ini tema yang diangkat ialah “Aku Pahlawan Masa Kini”. Sebelumnya, #SahabatLAPOR! apakah sudah paham mengapa setiap tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan? Nah, diperingatinya tanggal 10 November sebagai hari pahlawan karena pada tanggal tersebut seluruh rakyat Indonesia dengan semangat bersatu padu, untuk mengusir penjajah yang ingin mengambil kekuasaannya di Indonesia.

Momen heroik tersebut terjadi di Surabaya, yang merupakan peristiwa perang antara Indonesia dan pasukan Britinia Raya. Pada kejadian tersebut pihak Indonesia gugur sekitar 20.000 orang, dan pihak Inggris gugur sekitar 1.500 orang (dikutip dari kompas.com, 2019). Lewat diperingatinya hari pahlawan Nasional, kita sebagai bangsa yang besar harus mengingat betapa gigih, berani dan besar cintanya para pejuang masa itu untuk melawan serta membela Indonesia. #SahabatLAPOR! Pada masa tersebut sudah banyak orang yang membela Indonesia, apakah pada masa ini kamu juga melakukan yang sama, atau malah sebaliknya?

Tema hari pahlawan tahun ini menyadarkan kita, untuk memulai suatu hal kecil agar terjadi perubahan baik di Indonesia. Bagi kamu yang sudah melakukan hal yang baik untuk Indonesia, yuk sebarkan lagi semangat perubahan tersebut kepada sekitarmu. Nah untuk kamu yang belum, ada beberapa hal kecil yang bisa kamu lakukan untuk Indonesia nih #SahabatLAPOR!,

1. Pahlawan Anti Hoax

Saat ini kita bisa melakukan segala hal dalam satu gengaman, termasuk memberi dan mendapatkan suatu informasi. Tahukah #SahabatLAPOR! menurut data Kominfo 2017, ada sekitar 800.000 situs di Indonesia terindikasi sebagai penyebaran informasi palsu (dikutip dari cnnindonesia.com, 2016), dan data terupdate pada April 2019 menyatakan sebanyak 486 situs terindikasi hoax sepanjang bulan april 2019, dan 209 hoax berasal dari kategori politik (dikutip dari detiknews.com, 2019).

Banyaknya situs hoax yang berderar tidak diherankan jika 65% dari 132 juta pengguna internet di Indonesia masih gampang untuk terhasut berita hoax (dikutip dari nasional.kompas.com, 2017). Nah #SahabatLAPOR!, bisa kebayangkan gimana besarnya pengaruh situs yang berisikan informasi hoax (fake news). Akan hal tersebut kita sebagai generasi yang aktif di sosial media, sudah seharusnya menjadi pahlawan untuk memerangi hoax yang beredar saat ini. Beberapa hal yang bisa kamu lakuin nih #SahabatLAPOR!, pertama, kamu bisa mulai unggah suatu hal yang datanya dapat dipertanggung jawabkan. Kedua, selalu cantumkan data yang kamu gunakan dalam unggahanmu, misalnya data mengenai kependudukan, kamu bisa cantumkan data dari dukcapil atau instansi resmi terkait untuk semakin menguatkan argumen unggahan kamu. Terakhir, jangan unggah suatu hal yang mengandung perpecahan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), karena hal tersebut sangatlah sensitif.

2. Agen Pengawas Pelayanan Publik

Hadir sebagai wadah aspirasi dan laporan masyarakat, LAPOR! saat ini telah berkontribusi banyak bagi masyarakat Indonesia. Total laporan dan aspirasi yang masuk serta diproses oleh instansi terkait adalah 1.553.426. Data tersebut menunjukan bahwa LAPOR!, akan semakin berkembang dan nantinya menjadi pusat pengawas terpadu kinerja pelayanan publik di negara ini. Perkembangan LAPOR! tidaklah lepas dari kontribusi masyarakat Indonesia sebagai agen LAPOR! yang menjadi pengawal kinerja pemerintah dalam konteks pelayanan publik. Akan hal tersebut penting sekali LAPOR! untuk berkolaborasi bersama masyarakat dan menjadikan Indonesia lebih baik lagi.

Nah #SahabatLAPOR!, Menjadi pahlawan di era ini tidaklah sulit kok, kita bisa mulai melakukan suatu hal kecil untuk Indonesia, misalnya memberikan data yang akurat dan kredibel pada saat #SahabatLAPOR! mengunggah satu konten di sosial media, tidak mudah percaya akan suatu konten di internet (terutama konten hoax) serta menjadi pengawal kinerja layanan publik dengan memberikan laporan dan aspirasi melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708 atau melalui aplikasi SP4N LAPOR!. Selamat memperingati Hari Pahlawan #SahabatLAPOR! (MHJ).


Sumber:

Haryanti, Rosiana. 2019. Hari Ini dalam Sejarah: Pertempuran 10 November dan Berbagai Pemicunya. Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2019/11/10/053400865/hari-ini-dalam-sejarah--pertempuran-10-november-dan-berbagai-pemicunya?page=all

Pratama, Aulia. 2016. Ada 800 Ribu Situs Penyebar Hoax di Indonesia. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20161229170130-185-182956/ada-800-ribu-situs-penyebar-hoax-di-indonesia

Maharani, Tsarina. 2019. Kominfo Identifikasi 486 Hoax Sepanjang April 2019, 209 Terkait Politik. News Detik.com. https://news.detik.com/berita/d-4532182/kominfo-identifikasi-486-hoax-sepanjang-april-2019-209-terkait-politik

Erdianto, Kristian. 2017. 65 Persen Pengguna Internet Percaya Mentah-mentah Informasi Dunia Maya. Kompas. https://nasional.kompas.com/read/2017/12/08/16571561/65-persen-pengguna-internet-percaya-mentah-mentah-informasi-dunia-maya

 



Selamat memperingati Hari Pangan Sedunia #SahabatLAPOR! Tahun 2019 ini, tema yang diangkat oleh Food and Agriculture Organization of The United Nations adalah "Our action are our future, healthy diets #zerohungerworld"

Hari pangan sedunia menjadi peringatan akan kepekaan dan perhatian mengenai pentingnya penanganan masalah pangan dan gizi buruk secara internasional. Selama beberapa dekade, dunia terus berusaha dalam memerangi kelaparan. Dilansir dari Food and Agriculture Organization of the United Nations, jumlah orang yang mengalami kekurangan gizi terus meningkat. Saat ini, lebih dari 820 juta orang, atau kira-kira satu dari sembilan orang mengalami kelaparan. Ketahanan pangan di zaman kita bukan hanya masalah kuantitas, namun juga masalah kualitas. Diet yang tidak sehat ini menjadi salah satu faktor risiko utama timbulnya penyakit dan kematian di seluruh dunia.

Pemerintah sendiri menjadikan hari ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pangan nasional. Harapannya, negara kita dapat menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045 mendatang.  Visi pemerintah saat ini ialah terus meningkatkan produktivitas pangan dengan cara memanfaatkan potensi lahan tidur terutama lahan rawa lebak, menjadi lahan pertanian produktif yang sangat berpotensi sebagai penyedia stok pangan nasional.

Apa yang dapat kita lakukan sebagai konsumen dan warga? Nah FAO memberikan beberapa tips untuk melakukan diet sehat untuk meningkatkan gizi sahabat LAPOR! dan anggota keluarga nih silakan dipraktekan ya :

1. Makan yang cukup, pilih yang aman, bergizi dan beragam makanan untuk menjalani kehidupan yang aktif dan mengurangi risiko penyakit.

2. Tingkatkan asupan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan , biji-bijian utuh yang belum mengalami proses pengolahan.

3. Batasi asupan makanan yang tinggi lemak (terutama lemak jenuh), gula dan garam.

4. Pertimbangkan dampak lingkungan dari setiap makanan yang kita konsumsi.

4. Selain hal yang telah disebutkan di atas , dilengkapilah dengan aktifitas fisik yang rutin.

5. Pelajari atau tinjau kembali  hal mengenai makanan lokal, makanan musiman, nutrisi, kegunaan didalamnya , cara memasak yang benar dan bagaimana cara melestarikannya.

Mari kita semua dukung agar dapat terwujud! #LAPOR1708

 

 

#SahabatLapor! Di Hari Kemerdekaan Indonesia setiap daerah merayakannya dengan berbagai cara untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan nasional, mulai dari memasang bendera merah putih dan umbul-umbul, upacara bendera, acara panggung hiburan, menyelenggarakan lomba yang meriah, dst. Perlombaan 17 Agustus ini mulai dilakukan sekitar tahun 1950, berbagai kalangan dari anak-anak hingga orang dewasa ikut berpartisipasi merayakan kemerdekaan Indonesia.

Hal ini patut kita banggakan lho karena permainan tradisional perlombaan khas 17 Agustus ini adalah salah satu kearifan lokal yang unik, memiliki filosofinya tersendiri yang tidak dimiliki negara lain sehingga harus kita jaga jangan sampai hilang.

Tahukah kamu di balik beragam perlombaan di perayaan Agustusan, terdapat makna dan filosofi di dalamnya ? Mari kita ulas satu persatu :

1. Tarik Tambang
Pada permainan ini, terdapat dua regu yang bertanding dari dua sisi berlawanan. Masing-masing regu berupaya menarik tali tambang sekuat mungkin agar regu yang berlawanan melewati garis pembatas. Regu yang menyentuh garis tengah, tertarik oleh regu lawan akan dinyatakan kalah. Lomba ini bukan hanya untuk adu kekuatan. Tarik tambang mengajarkan bahwa perlu adanya kerja keras dan taktik supaya bisa menumbangkan lawan. Tanpa tim yang kompak, kemenangan sulit diraih. Tarik tambang mengajarkan makna persatuan dan kerja keras bangsa. Gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas sangat diperlukan dalam merebut kemerdekaan.

2. Lomba Makan Kerupuk
Peserta berlomba menghabiskan kerupuk yang menggantung keatas dengan tangan yang diikat kebelakang, tidak boleh menyentuh kerupuk. Peserta yang paling cepat memakan habis kerupuknya ialah pemenangnya. Lomba ini mengajarkan betapa masyarakat tetap semangat meskipun dalam penjajahan dan didera kesulitan pangan akibat hasil panen utama mereka diambil oleh kaum penjajah. Hal ini menjadi simbol keprihatinan pangan tentang kondisi rakyat Indonesia saat zaman penjajahan.

3. Lomba Egrang
Peserta menaiki pijakan yang tinggi dan harus mencapai garis finish dengan cepat. Makna dari perlombaan ini adalah kita harus selalu memiliki kepercayaan pada diri sendiri, apabila kita ragu-ragu dalam melangkah maka kita akan terjatuh. Egrang juga merupakan lambang melawan Kolonialisme Belanda yang tubuhnya tinggi (jangkung).

4. Balap Karung
Peserta memasukan bagian kakinya ke dalam karung kemudian melompat untuk mecapai ke garis akhir. Lomba ini mengingatkan pada perihnya penjajahan, terutama saat zaman penjajahan Jepang. Sulitnya penuhi kebutuhan sandang sehingga mayoritas rakyat Indonesia mengenaikan karung goni sebagai pakaian mereka.
Pesannya ialah bahwa sesulit apapun keadaan ketika masa merebut kemerdekaan, masyarakat tetap bersemangat meraihnya, walaupun harus dengan jatuh bangun hingga terluka.

5. Lomba Panjat Pinang
Lomba ini dilakukan berkelompok oleh lebih dari dua orang dan dikhususkan untuk para pria. Sekelompok pria akan berusaha menaiki puncak pohon, bambu atau kayu yang licin dilapisi dengan minyak atau oli untuk mendapatkan berbagai macam hadiah. Hadiah yang berhasil diambil, sah menjadi milik grup tersebut. Zaman dulu, panjat pinang digelar sebagai hiburan saat perayaan-perayaan penting orang Belanda di bumi Indonesia, seperti pesta pernikahan.
Filosofi panjangnya pohon pinang dan licinnya permukaan menggambarkan panjangnya perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dan hidup yang layak. Hadiah yang tersedia di puncak diibaratkan seperti sebuah kemerdekaan yang sangat dinanti dan dimimpikan bangsa Indonesia.

Jadi, perlombaan 17 Agustus itu bukan hanya sekedar lomba, selain untuk bersenang-senang di dalamnya terkandung makna-makna tersendiri. Kalau Sahabat Lapor, lomba apa biasanya yang tak ketinggalan?

 

Pramuka merupakan suatu organisasi non-formal yang bergerak di bidang kepanduan. Kata "Pramuka" merupakan sigkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya.  Tri Satya dan Dasa Dharma menjadi hal yang wajib ditanamkan dan pokok moralnya harus diamalkan melalui tingkah laku oleh setiap anggota pramuka. Tri Satya merupakan tiga kesetiaan yang harus di penuhi oleh atau dipatuhi oleh setiap anggota Pramuka sedangkan Dasa Dharma adalah sepuluh kebajikan yang menjadi pedoman bagi Pramuka dalam bertingkah laku sehari-hari. Melalui kegiatan pramuka yang dilaksanakan di sekolah, generasi penerus bangsa dapat belajar mengenai pembentukan karakter, kepemimpinan, rasa solidaritas, kerjasama, kemandirian dan keberanian dalam memperjuangkan peran mereka dan kedudukannya dalam kancah kehidupan berbangsa, dan bernegara di masa depan.

Peringatan Hari Pramuka tahun 2019 ini bertema "Gerakan Pramuka Bersama Seluruh Komponen Bangsa Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI" Sehingga hari pramuka ini menjadi momentum untuk menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara. Rasa bangga untuk menumbuhkembangkan jiwa kepramukaan agar siap membangun keutuhan bangsa sebagaimana yang menjadi cita-cita kemerdekaan Indonesia sesungguhnya.

SATYAKU KUDARMAKAN DHARMAKU KUBAKTIKAN.
Selamat Hari Pramuka ke-58 tahun Sahabat Lapor!
Wujudkan bangsa yang berkarakter dan bermartabat melalui gerakan pramuka.

Go to top