Halo, Sahabat LAPOR!

Saat ini LAPOR! telah terhubung dengan 34 Kementrian, 145 Lembaga, 34 Provinsi, 416 Pemerintah Kabupaten dan 98 Pemerintah Kota. Untuk mempermudah Sahabat dalam menyampaikan laporan kepada Provinsi, Kabupaten maupun Kota yang ingin dilaporkan kami akan menyampaikan kode unik (prefix) SMS untuk daerah tersebut. Jadi, laporan Sahabat bisa segera masuk  ke Pemerintah daerah yang dituju. Misalnya saja Sahabat ingin melaporkan adanya jalanan yang berlubang di daerah Kota Bekasi yang menyebabkan kemacetan dan ingin melaporkan lewat SMS, silahkan ketik BEKASIKOTA beserta laporan kejadian ke-1708 maka Pemda Kota Bekasi dapat segera menanggapi aduan Sahabat tanpa melewati proses verifikasi oleh Admin Nasional. Mudah bukan? Tunggu apa lagi, #AyoLAPOR!

Berikut daftar kode unik  Pemerintah Daerah yang telah terhubung dengan LAPOR!

Read more: Kode Unik Pemerintah Daerah Yang Terhubung dengan SP4N-LAPOR!

Apakah teman-teman LAPOR! tahu tentang pilihan melapor dengan cara “Anonim” dan “Rahasia”?

Dengan adanya dua pilihan melapor, enggak perlu khawatir tentang identitas atau data pribadi yang sudah Anda lampirkan ke LAPOR! Data Anda tetap aman dan tidak akan digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berikut cara menggunakannya :

  1. Apabila melapor lewat lapor.go.id dapat memilih pilihan “Anonim” atau “Rahasia” di bagian bawah sebelah kanan kolom pengisian laporan. 
  2.  Apabila melalui SMS ke 1708, dapat meminta untuk membuat laporan tersebut “Anonim” atau “Rahasia”

Fitur “Anonim” berguna untuk membuat identitas pelapor, seperti nama, email, dan nomor telpon, tidak dapat dilihat oleh pihak terlapor maupun publik. Dengan fitur ini, data rekan LAPOR! akan berubah menjadi “Anonim” secara otomatis dan tidak ada yang akan tahu nama pelapor.

Enggak hanya itu, nama pelapor juga tidak dapat diketahui oleh masyarakat, bahkan Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah atau K/L/D.

Adapun fitur “Rahasia” berfungsi untuk membuat seluruh laporan rekan LAPOR! menjadi tidak dapat dilihat oleh publik. Laporan hanya dapat dilihat oleh pelapor dan instansi yang dilaporkan.

Tak hanya itu, Anda juga dapat menggunakan fitur “Anonim” dan “Rahasia” bersamaan. Sehingga, nama Anda menjadi anonim dan laporannya tidak akan bisa dilihat oleh publik. Jadi, enggak susah kan menggunakan dua fitur ini? Ayo LAPOR! melalui www.lapor.go.id atau SMS ke 1708. (CR)

Read more: Mau Laporan Anda Jadi Anonim atau Rahasia, Ini Caranya!

Data mahasiswa Anda tidak terdaftar dalam laman Forlap DIKTI. Mari LAPOR!

Laman forlap.ristekdikti.go.id atau biasa disebut laman Forlap Dikti adalah informasi yang berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang merupakan kumpulan data perguruan tinggi secara nasional yang dikelola Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti.

Pendataan pendidikan tinggi mulai diberlakukan pada tahun akademik 2002/2003. Adapun untuk perguruan tinggi agama dan kementerian lain, mulai diberlakukan antara tahun 2009-2014. Kendati demikian, terdapat mahasiswa yang mengaku datanya belum terdaftar.

Hingga kini, sudah ada beberapa mahasiswa dan yang sudah lulus melapor melalui web LAPOR! Beragam laporan mereka sampaikan, di antaranya data seperti ijazah yang tidak masuk atau belum terdaftar di Forlap DIKTI, kesalahan data, dan sebagainya. Para pelapor pun menilai jika data tak ditemukan, maka ijazah S1/S2/S3 dianggap palsu, dan masalah lainnya.

Langsung saja, ini simulasi bagaimana cara melihat data mahasiswa di laman PDDikti (forlap).

  1. Langkah pertama silahkan mengunjungi laman PDDikti http://forlap.dikti.go.id/
  2. Setelah masuk di PDDikti, selanjutnya silahkan masuk pada Menu > Pencarian Data sub menu > Profil Mhs
  3. Kemudian anda akan diarahkan pada halaman Pencarian data mahasiswa.
  4. Untuk nama perguruan tinggi silahkan masukkan kata kunci nama perguruan tinggi, tulis perlahan saja nanti akan ditampilkan daftar perguruan tinggi tujuan anda. (Pastikan perguruan tinggi terdaftar)
  5. Kemudian pilih prodi asal anda, kata kunci bisa NIM atau Nama (yang lebih tepat NIM)
  6. Kemudian masukkan kode captcha dengan benar dan Klik > Cari Mahasiswa (jika captcha sudah betul akan tetapi masih dianggap salah oleh sistem, ganti/klik gambar captcha)
  7. Setelah itu anda akan diarahkan ke laman data mahasiswa hasil pencarian (Selamat anda berhasil)
  8. Untuk melihat detail mahasiswa silahkan klik Nama Mahasiswa anda, sehingga anda akan diarahkan ke laman detail profil mahasiswa.
  9. Untuk melihat riwayat study bisa di klik tulisan > Riwayat Study

Jika belum terdata, Anda jangan khawatir! Belum terdata bukan berarti ijazah kalian dianggap palsu atau ilegal. Bisa jadi data belum selesai dilaporkan. Untuk itu, segera hubungi Perguruan Tinggi guna meminta pengelola PDDikti melengkapi dan memperbarui data yang valid.

Anda juga bisa melapor melalui pelayanan pengaduan publik LAPOR! di www.lapor.go.id atau sms ke 1708. (CR)

 

Read more: Belum Terdaftar di Forlap DIKTI? Ayo Cek dan LAPOR!


Seorang pengunjung tempat wisata Benteng Kuto Besak, yang terdapat di Kota Palembang, mengeluhkan bahwa tempat wisata tersebut dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL). Tempat wisata yang seharusnya menjadi tempat rekreasi yang nyaman, justru menjadi tempat rekreasi yang tidak kondusif karena banyaknya PKL liar, mulai dari PKL yang menjajakan makanan, odong-odong, dan berbagai mainan anak lainnya. Selain itu, pengunjung tersebut ternyata juga menemukan bahwa di Benteng Kuto Besak terdapat CCTV. Namun, pemanfaatan CCTV tersebut belum optimal karena tidak didukung oleh pengawasan langsung oleh Pemerintah Kota Palembang.

Pengunjung tersebut melaporkan kejadian yang ia alami karena kurangnya peran pemerintah dalam menyediakan tempat wisata yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Dalam waktu empat hari setelah laporan pengunjung tersebut dilaporkan melalui SMS ke 1708, Pemerintah Kota Palembang meneruskan laporan tersebut kepada Satpol PP Kota Palembang, dan petugas langsung turun untuk menindak dan menertibkan kawasan wisata Benteng Kuto Besak. Petugas menemukan berbagai barang bukti serta menangkap pihak yang melakukan pelanggaran.

Setelah dilakukan penertiban tersebut, lokasi wisata Benteng Kuto Besak sudah kembali nyaman bagi pengunjung. Pemerintah Kota Palembang juga mengapresiasi pelapor karena telah turut serta dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di wilayah Kota Palembang.

Untuk laporan lengkapnya, dapat dilihat dengan tracking ID #1916449. Mari turut peduli dengan masalah sekitar Anda dengan ikut melaporkan dan mengawal pembangunan serta pelayanan publik melalui LAPOR! di www.lapor.go.id atau SMS ke 1708. (AWN)

Read more: Kepedulian Pengunjung Membuat Tempat Wisata Lebih Nyaman

Halo, rekan-rekan LAPOR!. Pernahkah kamu melapor melalui website LAPOR!? Apakah laporan kamu tidak dapat diverifikasi oleh Admin LAPOR! atau mendapatkan tindak lanjut yang tidak tepat? Kenapa bisa begitu? Mungkin rekan-rekan LAPOR! belum menjadi pelapor yang baik.

Apa sih manfaat menjadi pelapor yang baik?

1. Membantu Tim LAPOR! memverifikasi laporan kamu.

2. Mempermudah instansi terkait untuk memberikan tindak lanjut yang cepat dan tepat.

3. Rekan LAPOR! belajar menyampaikan laporan dengan kronologis dan lengkap.

Untuk menjadi pelapor yang baik, mari simak beberapa cara berikut:

1. Menuju website LAPOR! (www.lapor.go.id). Silakan login menggunakan email dan password kamu. Jika belum, silakan mendaftar dahulu sebagai pengguna LAPOR!.

2. Jika sudah masuk ke halaman utama, tuliskan masalah yang ingin kamu laporkan. Jangan lupa uraikan kronologi laporan tersebut, dengan jelas dan lengkap, termasuk di dalamnya pihak dan instansi apa yang kamu maksud. 

3. Agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kejadian, jangan lupa menyertakan lokasi kejadian yang kamu maksud serta waktu kejadian tersebut. Kamu dapat menggunakan fitur "Anonim" dan "Rahasia" untuk menyamarkan nama kamu dan merahasiakan laporan kamu.

4. Jangan dikirim dulu! Baca sekali lagi laporan kamu apakah sudah sesuai dengan maksud kamu menuliskan laporan atau belum. Oh iya, sebagai orang Indonesia, kamu juga harus melapor dengan Bahasa Indonesia. Jadi, pastikan laporan kamu sudah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ya.

5. Kalau kamu memiliki bukti terkait laporan kamu, contohnya: foto, video, atau dokumen lain, silakan lampirkan bukti tersebut dalam laporan kamu. Tetapi, jika tidak ada, jangan khawatir laporan kamu tidak ditindaklanjuti. Lampiran ini berguna untuk instansi terkait menindaklanjuti laporan kamu.

6. Klik tombol "LAPOR!" untuk mengirim. Kini laporan kamu sudah terkirim dan silakan menunggu laporan kamu diverifikasi oleh Tim LAPOR!.

Setelah laporan kamu diverifikasi, tetap kawal dan ikuti perkembangan laporan kamu. Apabila tindak lanjut yang diberikan belum memuaskan, rekan LAPOR! dapat memberikan respon mengenai tindak lanjut tersebut. Mari mulai sekarang kita menjadi pelapor yang baik. (AWN)

 

Read more: Mari, Menjadi Pelapor yang Baik!

Go to top